Selasa, 05 Juli 2016

LOGO - LOGO SANTRI

 Logo Santrin'e Abah Ya'I terbaru. dan baru dibuat 2 hari yang lalu. dan logo ini d buat bertujuan untuk memperkokoh jalinan tali silaturahmi antara santri dan alumni ponpes Bayt Tamyiz Sukaperna.
Sedangkan logo Santri Berpeci Hitam dibuat untuk melambangkan ciri khas santri itu sering memakai peci
berwarna Hitam. dan kenapa kami melambangkan dengan
kepala tengkorak karena menurut kami tengkorak itu mengingat kematian.

Jumat, 24 Juni 2016

PEMBERITAHUAN
Assalamualaikum wr wb

Untuk acara reoni semua angkatan yang akan diadakan 
Tempat : SMP Bayt Tamyiz
Tanggal : 27 Juni 2016
Waktu : Sehabis Dzuhur 
Akan dipungut biaya sebesar Rp. 25.000 
Ket : Rp. 15.000 untuk berbuka puasa
          Rp. 10.000 untuk sahur nanti 
Wassalamualaikum wr wb 
Hormat kami 4th generation 
SAY 
(Santrine Abah Yai)

Kamis, 16 Juni 2016

"The coriuos students of 4th Generation"

The coriuos students of 4th Generation adalah sebuah perkumpulan beberapa orang yang mempunyai tujuan bersama (ONE DIRECTION), Walaupun kami santri Tulen tetapi kami tahu tentang gerak-gerik dan teknologi sekarang.

 By : Santrine Abah Yai (SAY)
Kang Amar
PEMBERITAHUAN
Assalamualaikum wr. wb
Akan diadakan acara pertemuan antara sesama alumni SMP BAYT TAMYIZ yang akan diadakan pada
Tanggal : 27 Juni 2016
Tempat : Smp BAYT TAMYIZ 
Waktu  : 07:00 - Selesai

Dimohon kehadirannya, Wassalamualaikum wr. wb 
Hormat kami SAY4th generation 

Rabu, 08 Juni 2016

design kaos sedulur kabeh

model kaos sedulur santri kelas IX angkatan 4 ponpes Bayt Tamyiz
yang telah di buat oleh sodara wong deso

Selasa, 31 Mei 2016

KATA KATA PERPISAHAN

PERPISAHAN BUKAN BERARTI KALIAN TIDAK AKAN BERTEMU KEMBALI, PERPISAHAN ADALAH NASIHAT AGAR KALIAN TETAP AKRAB SAAT BERTEMU KEMBALI.

#SAY4thGENERATION

Kata Kata Perpisahan

 ternyata sudah di ambang mata. Memang benar adanya kau tinggalkan kami Kebersamaan ini memang tak selalu ada Kebersamaan hanya sebuah dongeng cerita kehidupan Apa yang kau risaukan saat ini Apa yang ingin kau dapat pasti kau raih Bersenang-senanglah sobat Karena aku disini akan selalu ada Disini….. di negeri diawan Kau memang sobat sejatiku Harapan kesepian makin tak ada lagi dalam benakku Jika kau sedih akupun turut gelisah Raihlah segala citamu Harapan akan selalu ada Jika kita menikmati hidup dengan hati yang tenang.

wisudaan the 4th generation SAY

sekarang the 4th generation telah berpisah jasmani tapi sampai kapanpun the 4th generation takkan berpisah rohaninya

Senin, 30 Mei 2016

MAKNA SANTRI

Kata santri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti (1) orang yg mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh (orang yg saleh); (3)Orang yang mendalami pengajiannya dalam agama islam dengan berguru ketempat yang jauh seperti pesantren dan lain sebagainya.
Karena ketidak jelasan makna santri berbagai macam asumsi dan opinipun turut meramaikan jagat pendefinisian santri.
Seperti contoh ada suatu pendapat yang mengatakan makna santri adalah bahasa serapan dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu sundan three yang artinya tiga  matahari. Matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yg mendatangkan terang dan panas pada bumi pada siang hari. seperti kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa batas, matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas oleh matahari. namun maksud tiga matahari dalam kata Sunthreeadalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Semua ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari dipesantren menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan islam. serta dapat berbuat ihsan kepada sesama.
Namun para ilmuan tidak sependapat dan saling berbeda tentang pengetian santri. Ada yang menyebut, santri diambil dari bahasa ‘tamil’ yang berarti ‘guru mengaji’ ini adalah pendapat Prof. Dr. Zamakhsyari Dhofier yang mengutip pendapat Prof. Johns. Ada juga yang menilai kata santri berasal dari kata india ‘shastri’ yang berarti ‘orang yang memiliki pengetahuan tentang kitab suci’ ini adalah pendapat C.C. Berg. Selaras dengan Berg, Cliford Geertz menduga, bahwa pengertian santri mungkin berasal dan bahasa sangsekerta ‘shastri’,yang berarti ilmuan Hindu yang pandai menulis, yang dalam pemakaian bahasa modern memiliki arti yang sempit dan arti yang luas. Dalam arti sempit, ialah seorang pelajar yang belajar disekolah agama atau yang biasa disebut pondok pesantren, sedang dalam arti yang lebih luas, santri mengacu pada bagian anggota penduduk Jawa yang menganut Islam dengan sungguh-sungguh, yang bersembahyang ke masjid pada hari Jumat, dan sebagainya. Sedangkan Soegarda Poerbakawatja menyatakan bahwa tradisi pesantren itu bukan berasal dan sistem pendidikan Islam di Makkah, melainkan dari Hindu dengan melihat seluruh sistem pendidikannya bersifat agama, guru tidak mendapat gaji, penghormatan yang besar terhadap guru dari para murid yang keluar meminta-minta diluar lingkungan pondok. Juga letak pesantren yang didirikan di luar kota dapat dijadikan alasan untuk membuktikan asal-usul pesantren dari Hindu dan pendapat serupa dikemukakan juga oleh Van Bruinessen.
Selain itu, Nurkholis Madjid meyakini bahwa kata santri berasal dari kata‘Cantrik’ (bahasa sansekerta atau jawa), yang berarti orang yang selalu mengikuti guru. Sedang versi yang lainya menganggap kata ‘santri’ sebagai gabungan antara kata ‘saint’ (manusia baik) dan kata ‘tra’ (suka menolong). Sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.
Dalam praktik bahasa sehari-hari, istilah ‘santri’ pun memiliki devariasi yang banyak. Artinya, pengertian atau penyebutan kata santri masih suka-suka alias menyisakan pertanyaan yang lebih jauh. Santri apa, yang mana dan bagaimana?. Sebagai contoh Ada istilah santri profesi, dan ada santri kultur. ‘Santri Profesi’ adalah mereka yang menempuh pendidikan atau setidaknya memiliki hubungan darah dengan pesantren. Sedangkan ‘Santri Kultur’ adalah gelar santri yang disandangkan berdasarkan budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, bisa saja orang yang sudah mondok di pesantren tidak disebut santri, karena prilakunya buruk. Dan sebaliknya, orang yang tidak pernah mondok di pesantren bisa disebut santri karena prilakunya yang baik.
santri
Dari segi metode dan materi pendidikan, kata ‘santri’ pun dapat dibagi menjadi dua. Ada ‘Santri Modern’ dan ada ’Santri Tradisional’Seperti halnya juga ada pondok modern dan ada juga pondok tradisional.
Sedang dari segi tempat belajarnya, ada istilah ‘santri kalong’ dan ‘santrimukimSantri kalong adalah orang yang berada di sekitar pesantren yang ingin menumpang belajar di pondok pada waktu-waktu tertentu tanpa tinggal diasrama pesantren. Sedangkan santri mukim ialah santri yang menuntut ilmu di pesantren dan tinggal di asrama pesantren (kobong)
Adapula yang mendefinisikan santri sebagai sebuah singkatan dari gramatika arab, Hal itu salah satunya disampaikan oleh KH Daud Hendi Ismail pada saat mengisi ceramah agama dalam acara Wisuda Angkatan XIV (أَنْصَارُ الْأُمَّةِ) Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami pada hari Ahad, 5 Mei 2013. Beliau menjelaskan bahwa kata Santri jika ditulis dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf  (سنتري), yang setiap hurufnya memiliki kepanjangan serta pengertian yang luas.
  1. Sin (س) adalah kepanjangan dari سَافِقُ الخَيْرِ yang memiliki arti Pelopor kebaikan.
  2. Nun (ن) adalah kepanjangan dari نَاسِبُ العُلَمَاءِ yang memiliki arti Penerus Ulama.
  3. Ta (ت) adalah kepanjangan dari تَارِكُ الْمَعَاصِى yang memiliki arti Orang yang meninggalkan kemaksiatan.
  4. Ra(ر)  adalah kepanjangan dari رِضَى اللهِ yang memiliki arti Ridho Allah.
  5. Ya (ي) adalah kepanjangan dari اَلْيَقِيْنُ yang memiliki arti Keyakinan.
Selain lima filosofi kata santri diatas, beberapa sumber menyebutkan bahwa kata santri hanya berasa dari empat huruf, yang antara lain terdiri dari sin, nun, ta, ra. Dan dari segi pemaknaan pun memiliki beberapa perbedaan sebagaimana berikut:
Sin : Satrul al aurah (menutup aurat)
Nun : Naibul ulama’ (wakil dari ulama’)
Ta’ : Tarku al ma’shi (meninggalkan kemaksiatan)
Ra’ : Raisul ummah (pemimpin ummat)
Bahkan, yang lainnya malah menyebutkan bahwa kata santri sebagai sebuah singkatan dari bahasa indonesia. Yang kepanjangannya tidak jauh beda dengan apa yang telah dikemukakan di atas. Yakni:
S : satir al-‘uyub wa al-aurat, Artinya menutup aib dan aurat. Yakni aib sendiri maupun orang lai
A : aminun fil amanah, Artinya bisa di percaya dalam megemban amanat.
N : nafi’ al-‘ilmi, Artinya bermanfa’at ilmunya. Dan inilah yang sangat diidamkan oleh semua santri. Ketika ia telah melalui masa-masa menimba ilmu, pasti harapan akhirnya adalah mampu mengamalkan ilmu tersebut.
T : tarik al-maksiat, Artinya meninggalkan maksiat.
R : ridho bi masyiatillah, Artinya Ridho dengan apa yang diberikan Allah
I : ikhlasun fi jami’ al-af’al, Artinya ikhlas dalam setiap perbuatan.

Selasa, 24 Mei 2016

kata-kata indah


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين. والصلاة والسلام علئ اشرف النبياء والمرسلين. سيدنا مولنا محمد وعلئ اله واصحابه اجمعين. اما بعد:
Dalam bergulirnya waktu dan berputarnya kehidupan ini, sampai saat ini kita telah menempuh gerbang baru di dunia pengetahuan ini. sebagaimana telah kelas 3 lakukan dalam mencari ilmu di pesantren ini. Dan mereka semua akan mengakhiri masa study di pesantren ini yang sedang di tempuhnya. Sebagian dari mereka ada yang melanjutkan pendidikannya ke pondok pesantren/ sekolah biasa.
Demikian kilasan surat yang kami tulis sebagai kata silaturahmi antara santri yang bergerak dalam impian.

“ Jangan Kalian Berjumlah Banyak Seperti Buih Di Lautan... Jadilah Orang Yang Baik Dan Ajak Orang Di Sekitarmu Menjadi Baik Dan Menjadi Lebih Baik Lagi ”.







by : M. Anton Nugroho

SANTRIWATI 4th generation of tamyiz

SANTRIWATI 4th generation of tamyiz
    Perempuan :

  1. Andini
  2. Azizah 
  3. Fatimah ALM 
  4. Fatimah NF
  5. Nita
  6. Sofa
  7. Marshanda
  8. Amalia
  9. Silvi
  10. Irul
  11. Anggun
  12. Atun
  13. Aldila
  14. Ningrum
  15. Zannuba
  16. Dina
  17. Tiara
  18. Laila
  19. Ratu
  20. Ninih
  21. fitriyani

Sing Bener gah......!!!!


SILATURAHMI PARA 'ULAMA KE BAYT TAMYIZ



ABIS LOMBA PIDATO NIEH.......BY:NOE MULLEN


kami selalu bersama


SEJARAH SINGKAT PONPES BAYT TAMYIZ



Pesantren Bayt Tamyiz merupakan kelanjutan dari kegiatan mengaji Qur’an dan Kitab Kuning di Musholla yang diasuh oleh K. Tamyiz sejak 1905, bagi masyarakat sekitar yang nyantri kalong dan daerah lain yang nyantri mukim. Pada tahun 2009 ditemukan Metode Tamyiz cara mudah mentarjamahkan Qur’an dan Kitab Kuning untuk anak-anak sistem 100 jam atau setara dengan waktu belajar 4 pekan dengan hasil sama dengan belajar 4 tahun di Pesantren. Alhamdulillah, metode Tamyiz telah dipelajari oleh ratusan ribu Umat Islam yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak tahun 2010, Pesantren Bayt Tamyiz menyelenggarakan Pendidikan Formal diantaranya SMP Bayt Tamyiz.

Jumat, 15 April 2016

SANTRIWAN SAY 4th generation of tamyiz

       Laki-Laki                                                  
  1. Amar                                                         
  2. Ghozy                                                       
  3. Rahman
  4. Nahrul
  5. Edi
  6. Ibnu (iyang)
  7. Surya
  8. Aji
  9. Manto
  10. Cholili
  11. Rizal
  12. Dede
  13. Anton
  14. Fawaz
  15. Rafa
  16. Rafiq
  17. Dz
  18. Kholis
NB : Untuk perempuan menyusul kalo ada waktu ...... :)

Kehidupan Santri di Pondok Pesantren

Kehidupan santri di pesantren begitu menyenangkan dan menentramkan hati, ini yang bagi pernah mengeyam hidup di pondok, tapi bagi orang yang belum, meraka kebanyakan mengatakan bahwa di ponpes itu sengsara, tidak enek dan lain-lain.

By : "The curious Student's"

ARTI SANTRI

Santri adalah sebutan bagi orang yang ada di pondok pesantren, sebutan ini entah siapa yang pertama kali membuat, apa dari wali songo atau dari yang lain, sebab belum di temukan sejarah yang menjelaskan, orang pertama kali yang membuat nama santri. Lain halnya kalau ma'na gandul ada sejarah yang membuat ma'na gandul yaitu Sunan Ampel

By: 4th Generation of Tamyiz

PESANTREN

Pesantren adalah tempat hamba-hamba Allah yang menimba ilmu Agama, dari situlah santri banyak mendapatkan pengetahuan ilmu agama, dapat pengalaman,
Baik pengalaman pahit atau manis, dapat kesan-kesan yang indah dan tak terlupakan walau sudah di rumah nanti, dan juga banyak mendapatkan kisah-kisah menarik tentang santri di pesantren

By: Santrine Abah Yai (SAY)

The coriuos students of 4th Generation

The coriuos students of 4th Generation adalah sebuah perkumpulan beberapa orang yang mempunyai tujuan bersama (ONE DIRECTION), Walaupun kami santri Tulen tetapi kami tahu tentang gerak-gerik dan teknologi sekanrang.


BY : SANTRIN'E ABAH YA'I TENG ZAMAN SANIKI

SANTRI

Santri didik di pesantren supaya memiliki akhlaq mulia dan siap menjadi pewaris nabi (ulama). Dan santri itu harus takdim kepada ustadz/kyai dan jangan pernah melawan kepada kedua orang tua

 "Nuruta ning wong tua dadi wong sholeh"

               "Nuruta ning Kyai dadi wong pinter"

                         "Wahai laskar santri bangkitlah.......!! !!!"

Masyarakat telah menantimu pergunakan waktumu sebaik-baik mungkin karena engkau baikan angin penyejuk-Nya.

By: Santrine Abah Yai (SAY)